Selamat Berpuasa 1439 H

Bulan Ramadhan atau di kampung kita menyebutnya dengan Bulan Puasa saja. Ialah bulan yang penuh akan cerita dan kenangan. Shalat Tarawih selepas mendengar kaji tuanku di surau atau ada jua nan mengaji selepasnya. Tadarus sampai malam bersama kanak-kanak, remaja, dan orang tua sehingga malam-malam bulan puasa suara orang mendendangkan ayat Qur’an saling sahut menyahut dar…

Bung Hatta & Pekan Buku 1954

Sumber: Madjalah Merdeka, No.38, Th. VII, 18 September 1954: 8 Catatan: Kunjungan Bung Hatta ke Pekan Buku Indonesia pertama ini menunjukkan kecintaan sang proklamator itu kepada buku. Pekan Buku Indonesia Pertama digelar di Jakarta pada Agustus/awal September 1954 yang diselenggarakan oleh N.V. Gunung Agung. Tujuannya:

‘POETOES ESA’ oleh Djamaloedin Tamin

Sekalipoen doenia dirasa kian hari bertambah kaloet dan sempit, lantaran kesengsaraan dan kemelaratan itoe telah menindas seoemoemnja Ra’ijat diini doenia; tetapi melihat keadaannja Ra’ijat jang telah sadar dari kemanoesiaannja, boekanlah kekaloetan dan kesengsaraan itoe akan menjebabkan Ra’ijat itoe tiada bisa bergerak mendjapai kemerdikaannja, malahan kemelaratan dan kesengsaraӓn Ra’ijat telah memaksa Ra’ijat itoe bergerak keras jang mana…

Tabib Ahmad Muchtar

“Mendapat gelar Dr. Dalam ‘ilmoe tabib di Sekolah Tinggi di Amsterdam, t. Dr. Mochtar, asal dari Bondjol, Soematera Barat. (Nieuwe Rott. Crt.).” *** Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 24 dan 31, Tahoen V, 25 Maart 1927: 410 [Kronik]) tentang kesuksesan seorang putra Minangkabau asal Bonjol dalam meraih gelar doktor di bidang ilmu kedokteran di Universiteit van Amsterdam. Nama…

Menantu Jepang

Salmyah Madjid Usman dan Hasril Chaniago (Eds.), Memoar Siti Aminah Madjid Usman – Hiroko Osada: Kisah Hidup dan Perjuangan Seorang Putri Bangsawan Jepang untuk Kemerdekaan Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2017, xxiv + 382 hlm, ISBN 978-979-461-904-9 Buku ini adalah sebuah dokumen yang berharga tentang sejarah pendudukan Jepang di Indonesia. Hiroko Osada alias Siti Aminah Madjid…

Perjalanan Bung Hatta menuju KMB

Catatan: Konteks foto ini adalah: New Delhi, India, 8 Agustus 1949, yaitu ketika Bung Hatta berjumpa dengan Pandit Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India, pertemuan dua sahabat setelah 24 tahun sebelumnya kedua sahabat itu untuk pertama kalinya bertemu di Brussel dalam Kongres Anti Penjajahan yang diadakan oleh para mahasiswa/intelektual dari negara-negara terjajah. Sebagaimana dilaporkan oleh Madjalah Merdeka No.35, Tahun…

Seorang Pejabat berhaluan Ahmadiyah

“Haram melawan pendjajah Inggris? Datoek Poetih, seorang jang berasal dari Sumatra Barat, doloenja pernah djadi Demang, dan sekarang soedah masoek partij Ahmadi[j]ah Qadian, baroe[2] ini soedah sampai di Makkah. Disitoe dia dikoendjoengi oleh beberapa pemoeda2 Indonesia jang bertanja kepadanja tentang pergerakan Ahmadijah. Waktoe satoe dari jang hadlir bertanja (lihat s[oerat] ch[abar] ‘Radio’28 Aug[ustus): “Adakah engkoe tahoe gerakan Gandhi?”…

Tentang Pakaian

Pakaian adalah salah satu indikator tingkat keberadaban dan keadaban manusia. Tentu kita ingat istilah ‘bangsa yang masih telanjang’ yang merujuk kepada kelompok manusia yang masih hidup dalam zaman batu. Pakaian juga merupakan lambang penting yang melaluinya orang merefleksikan identitas kelompoknya. Demikianlah umpamanya, di Indonesia yang terdiri dari berbagai puak, budaya, dan agama, pakaian juga merupakan…

Nasionalisme Sesungguhnya

“H. A. Salim soeka doedoek. Waktoe kapal (“J. P. Coen”) maoe berangkat dari pelaboehan Port Said, penoempang2mengadakan pesta. Pada ketika itoe pemimpin jang terdeboet (Kjai H. A. Salim) doedoek [sadja] dan lain2 penoempang sama mengenal dia.  Mereka itoe mengadjak dia akan mengikoeti pesta itoe. – kata correspondents.Moesik memboenjikan lagoe “Wilhelmus”. Sekaliannja kaoem pesta sama berdiri boeat…

Bung Hatta & Sang Bunda (1949)

Bila kita membolak-balik majalah dan koran-koran lama di Leiden University Library, sering ditemukan foto-foto yang unik yang jarang, bahkan tidak pernah terlihat sebelumnya. Kali ini kami turunkan lagi satu foto yang mungkin belum pernah dilihat oleh pembaca setia rubrik ‘Minang saisuak’: Bung Hatta dan bundanya, Salecha binti Hadji Iljas gelar Bagindo Marah. Kiranya tidak salah komentar…

Muballigh muda Minang ber-blangkon Jawa (1931)

Konteks foto klasik yang kami turunkan kali ini adalah Kongres Muhammadiyah ke-20 di Yogyakarta (1931). Dalam foto ini kelihatan Buya Hamka (duduk, kedua dari kiri) yang memakai pakaian Jawa, lengkap dengan blangkon-nya, bersama beberapa rekannya dari Minangkabau. Jarang-jarang, bahkan mungkin belum pernah orang Minang melihat Buya Hamka tampil dalam pakaian Jawa. Dalam sumber rujukan ini Hamka…