Menantu Jepang

Salmyah Madjid Usman dan Hasril Chaniago (Eds.), Memoar Siti Aminah Madjid Usman – Hiroko Osada: Kisah Hidup dan Perjuangan Seorang Putri Bangsawan Jepang untuk Kemerdekaan Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2017, xxiv + 382 hlm, ISBN 978-979-461-904-9 Buku ini adalah sebuah dokumen yang berharga tentang sejarah pendudukan Jepang di Indonesia. Hiroko Osada alias Siti Aminah Madjid…

Perjalanan Bung Hatta menuju KMB

Catatan: Konteks foto ini adalah: New Delhi, India, 8 Agustus 1949, yaitu ketika Bung Hatta berjumpa dengan Pandit Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India, pertemuan dua sahabat setelah 24 tahun sebelumnya kedua sahabat itu untuk pertama kalinya bertemu di Brussel dalam Kongres Anti Penjajahan yang diadakan oleh para mahasiswa/intelektual dari negara-negara terjajah. Sebagaimana dilaporkan oleh Madjalah Merdeka No.35, Tahun…

Seorang Pejabat berhaluan Ahmadiyah

“Haram melawan pendjajah Inggris? Datoek Poetih, seorang jang berasal dari Sumatra Barat, doloenja pernah djadi Demang, dan sekarang soedah masoek partij Ahmadi[j]ah Qadian, baroe[2] ini soedah sampai di Makkah. Disitoe dia dikoendjoengi oleh beberapa pemoeda2 Indonesia jang bertanja kepadanja tentang pergerakan Ahmadijah. Waktoe satoe dari jang hadlir bertanja (lihat s[oerat] ch[abar] ‘Radio’28 Aug[ustus): “Adakah engkoe tahoe gerakan Gandhi?”…

Tentang Pakaian

Pakaian adalah salah satu indikator tingkat keberadaban dan keadaban manusia. Tentu kita ingat istilah ‘bangsa yang masih telanjang’ yang merujuk kepada kelompok manusia yang masih hidup dalam zaman batu. Pakaian juga merupakan lambang penting yang melaluinya orang merefleksikan identitas kelompoknya. Demikianlah umpamanya, di Indonesia yang terdiri dari berbagai puak, budaya, dan agama, pakaian juga merupakan…

Nasionalisme Sesungguhnya

“H. A. Salim soeka doedoek. Waktoe kapal (“J. P. Coen”) maoe berangkat dari pelaboehan Port Said, penoempang2mengadakan pesta. Pada ketika itoe pemimpin jang terdeboet (Kjai H. A. Salim) doedoek [sadja] dan lain2 penoempang sama mengenal dia.  Mereka itoe mengadjak dia akan mengikoeti pesta itoe. – kata correspondents.Moesik memboenjikan lagoe “Wilhelmus”. Sekaliannja kaoem pesta sama berdiri boeat…

Bung Hatta & Sang Bunda (1949)

Bila kita membolak-balik majalah dan koran-koran lama di Leiden University Library, sering ditemukan foto-foto yang unik yang jarang, bahkan tidak pernah terlihat sebelumnya. Kali ini kami turunkan lagi satu foto yang mungkin belum pernah dilihat oleh pembaca setia rubrik ‘Minang saisuak’: Bung Hatta dan bundanya, Salecha binti Hadji Iljas gelar Bagindo Marah. Kiranya tidak salah komentar…

Muballigh muda Minang ber-blangkon Jawa (1931)

Konteks foto klasik yang kami turunkan kali ini adalah Kongres Muhammadiyah ke-20 di Yogyakarta (1931). Dalam foto ini kelihatan Buya Hamka (duduk, kedua dari kiri) yang memakai pakaian Jawa, lengkap dengan blangkon-nya, bersama beberapa rekannya dari Minangkabau. Jarang-jarang, bahkan mungkin belum pernah orang Minang melihat Buya Hamka tampil dalam pakaian Jawa. Dalam sumber rujukan ini Hamka…

Djamin Abdul Moerad

Rubrik Minang saisuak kali ini menurunkan foto seorang jurnalis Minangkabau di tahun 1920an. Namanya Djamain Abdul Moerad. Beliau adalah Redaktur Pewarta Islam, sebuah bulanan (monthly) yang diterbitkan dengan maksud ‘Oentoek keperloeanOemoem’. Haluan PewartaIslam adalah ‘Agama Islam dan tafsir Quran’. Di sampul dalam belakang buku Djamin (lihat keretangan di bawah) disebutkan: Warta Islamadalah “soerat chabar boelanan jang mementingkan Islam”. Merujuk kepada catatan Ahmad Adam dalam bukunya Suara…

Stasiun Kereta Api Bukit Tinggi

Stasiun ini merupakan Stasiun Kereta Api Kota Bukit Tinggi yang ketika kereta api tidak beroperasi lagi di Kota Bukittinggi bangunan ini sempat dimanfaatkan oleh penduduk sekitar kecuali ruangan kantor yang masih tetap difungsikan.[1] Belum ada data yang didapatkan perihal pembangunan stasiun ini, namun dari foto lama (masa kolonial) yang didapat, tertera tanggal 1890. Kereta api…