Kilas Balik: Sjarif Usman, Air Mata dan Darah dalam Pemberontakan Komunis Madiun [1948]

Musuh dalam selimut: Pemberontakan Komunis 1948

Dr. Suryadi | LIAS - SAS Indonesië, Universiteit Leiden, Belanda

Sjarif Usman, Air Mata dan Darah dalam Pemberontakan Komunis MadiunDapatkah keamanan dipulihkan dan hukum dijalankan kalau kaum pemberontak dibiarkan secara aman memerankan rolnya?

Musuh dari luar

Pada bulan September 1948, persiapan-persiapan Belanda untuk melakukan penyerangan terakhir buat menghancurkan Republik Indonesia yang berpusat di Yogyakarta hampir selesai.

Dari sudut politik, Belanda telah mengepung RI dengan negara-negara boneka yang mereka bentuk, yaitu Jawa Timur dan Negara Pasundan. Blokade ekonomi pun dijalankan dengan sangat rapat sekali, baik dari darat ataupun dari laut. Republik Indonesia hampir tak kuat lagi menentang pengepungan itu.

Lihat pos aslinya 1.253 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s