Seorang Pangeran Aceh Asal Minangkabau

Pangeran Aceh dari Tilatang..

Dr. Suryadi | LIAS - SAS Indonesië, Universiteit Leiden, Belanda

Sejarah mencatat bahwa banyak faktor yang menyebabkan orang Minang pergi merantau. Di zaman kolonial, orang Minang terpaksa meninggalkan kampung halaman nan dicinto karena dibuang oleh Belanda. Sedikit di antara mereka yang kembali, dan lebih banyak yang berkubur di rantau pembuangan selamanya. Betul kiranya gambaran sebuah pantun Minang: Bukik Putuih Rimbo Kaluang / Dirandang jaguang diaguihsi / Di kida jalan ka kabalai / Tampak galanggang pacu kudo // Ukun putuih badan tabuang / Dipandang kampuang ditangisi / Sadang bansaik badan marasai / Duya dikisai rang nan kayo (Bukit Putus Rimba Kalong / Direndang Jagung dihangusi / Di kiri jalan menuju pasar / Tampak gelanggang pacu kuda // Hukum putus badan terbuang / Dipandang kampung ditangisi / Sedang miskin badan sengsara / Dunia diaduk orang kaya).

Lihat pos aslinya 1.832 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s